KALAU Anda takut berjalan kaki di atas pasir yang panas atau pantai yang berkerikil, satu jalur alam baru di Moskow, Rusia mungkin bukan untuk Anda. Di jalur tersebut, pengunjung dapat menapakkan kaki di berbagai jenis permukaan, mulai dari kayu, batu, kerikil dan buah pinus.
Lepaskan alas kaki Anda dan bersiaplah menikmati jenis pijat kaki yang baru. Sebuah jalur alam baru untuk mereka yang bertelanjang kaki dibuka di taman di Pulau Elk, Moskow, pada 1 Juli 2021.
Jalur setapak sepanjang 3,6 kilometer ini terdiri dari permukaan yang berganti-ganti, berlika-liku melintasi hutan pinus di taman tersebut.
Baca juga: Menikmati Fenomena White Nights, Malam Secerah Siang di Rusia
Menurut pengelolanya, jalur ini mengombinasikan pijat, akupunktur, dan terapi aroma dari udara segar di tengah hutan pinus itu.
Seorang pemandu di jalur tersebut, Yevgeniy Shevtsov, mengatakan, "Ada berbagai jenis permukaan. Di sana Anda bisa temukan hampir semua jenis permukaan yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Ada batu, pecahan batu, buah pinus, serbuk gergaji, beragam jenis serpihan kayu, kulit kayu , semuanya ada di sini, begitu kerikil pantai.”
Secara keseluruhan, ada 43 bagian dengan permukaan yang berbeda-beda. Semua muncul bergantian untuk memberi efek berbeda terhadap kaki: keras dan lunak, panas dan dingin, menenangkan dan menyegarkan.
Shevtsov menambahkan, setiap kali kita merasakan permukaan berubah, ini membuat kita mula-mula merasa rileks, tegang, rileks lagi, kemudian tegang. Semuanya memiliki manfaat yang berbeda-beda, lanjutnya.
Baca juga: Demam Piala Eropa 2020, Simak 4 Fakta Menarik Sankt Petersburg Rusia
Di sepanjang lintasan itu, pejalan kaki menemukan rintangan lainnya, seperti sungai-sungai kecil, batang-batang kayu dan undak-undakan.
Semuanya dirancang untuk membantu melatih keseimbangan.
Shevtsov menambahkan, "Ada pemandian di sini, ini merelaksasi kaki. Airnya dingin sekali. Orang yang melewati jalur ini kemudian memasukkan kaki ke air, berjalan-jalan di sepanjang sungai kecil ini, dan kaki mereka menjadi sedikit rileks.”
Jalur ini ternyata populer. Menurut pengelolanya, sekitar 500 orang berkunjung setiap hari pada akhir pekan sejak jalur ini dibuka.
Seorang pengunjung, Sofia Tsaregorodtseva, mengemukakan, "Dalam kehidupan sehari-hari, kita berjalan dengan alas kaki yang nyaman. Kalau bertelanjang kaki, di rumah, rasanya berbeda sama sekali. Di sini kita merasakan sensasi baru, agak-agak mirip seperti di pantai, di laut, waktu kita berjalan di atas batu dan kerikil.”