Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BNPB Klarifikasi Kabar Miring soal Ambulans Berbayar dan Tes PCR di Hotel

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 16 Juli 2021 |16:46 WIB
BNPB Klarifikasi Kabar Miring soal Ambulans Berbayar dan Tes PCR di Hotel
Tes PCR (Foto: Reuters)
A
A
A

KAPUSDATINKOM BNPB Ahmad Muhari Phd memberikan klarifikasi mengenai opini yang beredar di publik bahwa petugas BNPB menawarkan ambulans berbayar kepada para WNA dan WNI yang melakukan karantina mandiri di hotel-hotel yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemerintah.

Dalam live streaming yang disiarkan di channel YouTube BNPB Indonesia, Jumat (16/7/2021), Ahmad meluruskan tiga poin penting terkait dengan kabar tidak benar yang beredar saat ini. Di antaranya adalah pemberitaan mengenai petugas BNPB melakukan PCR test di hotel-hotel karantinta, serta pelarangan WNA dan WNI yang melakukan karantina untuk mendapatkan tes pembanding.

 Ahmad Muhari

“Ini harus diluruskan terlebih dahulu sebelum opini ini berkembang ke mana-mana. Yang harus diketahui adalah pelaksanaan karantina WNA WNI itu kita lakukan mutlak untuk menjamin dan mencegah masuknya imported case. Ini sudah dimulai sejak awal tahun kemudian berkembang dengan SE 8 dan Adendum SE 8 yang memperpanjang masa karantina dari 5 hari menuju 8 hari,” kata Ahmad.

Lebih lanjut, dalam konteks ini BNPB selaku Kasatgas yang mengeluarkan surat edaran ini berfungsi sebagai regulator yang mengeluarkan aturan. Tetapi implementasi di lapangan bukan BNPB. Ahmad menegaskan, implementasi di lapangan seperti pengambilan swab PCR, ambulans, dan pengawasan atau tidak mengizinkan WNI WNA yang dikarantina untuk mendapatkan tes pembanding bukan dari BNPB.

“Perlu kita sampaikan pelaksanaan penanganan WNA WNI yang masuk dari pintu masuk bandar udara (bandara) maupun pelabuhan laut, ditangani oleh kantor kesehatan pelabuhan di bawah koordinator surveillance dan karantina Kementerian Kesehatan yang pengawasannya dibantu oleh personel TNI Polri,” lanjutnya.

Ia menambahkan, hal ini penting untuk diketahui agar BNPB bisa menjelaskan duduk permasalahannya secara jelas. Sehingga opini yang menggiring publik seolah-olah BNPB yang melakukan PCR test perlu diklarifikasi bahwa itu tidak benar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement