“Data uji klinik fase 3 menunjukkan, vaksin ini pada usia 16 tahun ke atas efikasinya 95,5 persen dan pada remaja usia 12 hingga 15 tahun sebesar 100 persen,” tambah Penny.
Sementara itu, untuk efek pasca-injeksi, dari kajian BPOM bersama ITAGI dan Tim Komite Nasional Penilai Vaksin yang dikaitkan dengan aspek keamanan dan efikasi, memperlihatkan hasil bahwa efek dari vaksin Pfizer berjenis mRNA ini kurang lebih sama dengan vaksin Covid-19 lainnya.
“Hasilnya menunjukkan secara umum keamanan vaksin ini bisa ditoleransi, yang paling sering timbul dari vaksin ini adalah rasa nyeri di titik penyuntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan demam,” lanjutnya.
Begitu juga dengan data imunitas, vaksin Pfizer yang memiliki jarak 3 pekan antara suntikan dosis pertama dengan dosis kedua menunjukkan respon baik.
“Data imunitas menunjukkan pemberian vaksin dua dosis vaksin Pfizer ini dengan selang 3 minggu, menghasilkan respon imun yang baik,” pungkas Penny.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.