Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Mau Terjebak Panic Buying? Coba Batasi Informasi yang Terlalu Negatif

Antara , Jurnalis-Sabtu, 10 Juli 2021 |17:29 WIB
Tak Mau Terjebak <i>Panic Buying</i>? Coba Batasi Informasi yang Terlalu Negatif
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

BARU-BARU ini pembelian impulsif atau panic buying kembali terjadi. Panic buying ini pun menjadi viral, setelah adanya rusuh saat membeli susu beruang.

Belum lagi kasus tabung oksigen yang langka, ataupun obat-obatan yang kerap diborong. Padahal, tahun lalu juga panic buying juga terjadi pada masker, yang harganya pun melonjak tajam.

Psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia Mega Tala Harimukthi mengatakan, akal sehat dan hati nurani bisa menjadi salah satu kiatnya. Tala menyarankan agar mempertimbangkan barang yang akan dibeli hanya sesuai kebutuhan. Hal ini juga berlaku saat Anda melihat orang mengunggah daftar belanjaannya. Pikirkan kembali barang yang orang lain beli itu Anda butuhkan atau tidak.

Hal ini agar Anda tak mengambil keputusan secara emosional dan impulsif lalu membuat Anda berbelanja hal yang sama dengan orang lain padahal barang itu tak Anda butuhkan.

"Pertimbangkan sebelum belanja apakah kita benar-benar membutuhkan barang yang akan dibeli itu. Kalau ada orang lain yang beli, belum tentu kita butuhkan. Balik ke kesadaran kita sendiri untuk belanja," kata dia.

Kemudian, bila merasa tidak nyaman hingga membuat Anda cemas dan panik dengan pemberitaan yang ada di televisi atau media lainnya, sebaiknya berhenti dulu mengaksesnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement