Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Klinis Tahap 1 Vaksin GX-19N: Antibodi Bertahan Lebih Lama di Tubuh

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 09 Juli 2021 |16:43 WIB
Uji Klinis Tahap 1 Vaksin GX-19N: Antibodi Bertahan Lebih Lama di Tubuh
Ilustrasi (Foto : Livescience)
A
A
A

VAKSIN GX-19N yang akan diuji coba di Indonesia mengantongi banyak bukti ilmiah positif, salah satunya antibodi yang dihasilkan bertahan lebih lama di tubuh.

Berdasar penjelasan Ketua Tim Peneliti Vaksin GX-19N, Prof Iris Rengganis, hal itu karena terbentuknya Sel T karena masuknya vaksin ini ke dalam tubuh. Sel T itulah yang memainkan peran baik dalam menjaga lama keberadaan antibodi tersebut.

"Imunogenisitas vaksin GX-19N menunjukkan bahwa imunitas seluler (Sel T) yang tinggi terbentuk setelah seseorang diberikan vaksin GX-19N, yang serupa dengan respons sel T yang diamati setelah infeksi Covid-19 alami," katanya saat konferensi pers virtual, Jumat (9/7/2021).

Vaksin Covid-19

Tak hanya di situ, keunggulan lain dari vaksin produksi Genexine asal Korea Selatan tersebut berdasarkan hasil uji klinis fase 1 ialah vaksin ternyata tak hanya menginduksi sel T spesifik S tetapi juga sel T spesifik NP yang sangat terkonservasi atau lebih sedikit mutasi dari waktu ke waktu.

"Respons imunologi yang terbentuk sel T yang tinggi itu yang diharapkan akan memberikan proteksi lebih lama bagi tubuh penerima vaksin," tambahnya.

Baca Juga : BPOM Dukung 1.000 Orang Indonesia Terlibat di Uji Klinis Vaksin GX-19N

Prof Iris menjelaskan, karena vaksin GX-19N ini adalah vaksin dengan platform DNA, maka dari itu pemberiannya pun berbeda dengan vaksin yang sudah ada sekarang. Jadi, bukan dengan jarum suntik vaksin dimasukkan ke dalam tubuh melainkan menggunakan alat bernama electroporator.

"Dengan menggunakan alat khusus ini, diharapkan terjadi peningkatan hantaran molekul DNA langsung ke dalam sel otot dengan cara membuka dinding sel sementara sehingga komponen DNA dalam vaksin lebih mudah masuk ke dalam sel," papar Prof Iris.

Soal penyimpanan, "Vaksin ini punya sifat lebih stabil dan dapat disimpan pada suhu 2 hingga 8 derajat celsius, beda dengan vaksin mRNA yang memerlukan tempat penyimpanan bersuhu -25 sampai -15 derajat celsius," tambahnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement