TES PCR (Polymerase Chain Reaction) menjadi sangat sering dilakukan selama masa ledakan kasus Covid-19. Banyak masyarakat yang percaya bahwa nilai cycle threshold (CT) dalam PCR dinilai sebagai penentu sembuh-tidaknya seseorang dari Covid-19.
Bahkan belum lama ini beredar pesan yang menunjukkan bagaimana cara dalam membaca nilai CT lengkap dengan kesimpulannya, seperti:
CT 0 - 11 hasil lab invalid
CT 12 - 20 banyak virus
CT 21 - 30 fase penyembuhan
CT 31 - 40 sembuh

Merangkum dari laman Instagram @dr.fajriaddai, Rabu (7/7/2021), Influencer sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.
Baca Juga : WHO hingga Dokter Ingatkan Penyemprotan Disinfektan Luar Ruangan Sia-Sia
Dokter Fajri mengatakan bahwa nilai CT pada PCR tidak dapat serta merta menjadi patokan kesembuhan dari Covid-19. Sebab gejala dan faktor klinis yang dialami pasien juga perlu dipertimbangkan.
"Faktanya semakin kecil nilai CT, maka akan semakin banyak jumlah materi genetik virus pada pasien. Semakin besar nilai CT, maka akan semakin sedikit materi genetiknya," terang dr. Fajri dalam unggahannya.
Meski demikian, ia pun tak memungkiri bahwa nilai CT yang terlalu kecil dapat berarti tes invalid dan harus diulang. Namun, nilai batas bawah tes PCR berbeda pada setiap alat dan reagen yang digunakan, sehingga tidak bisa dibandingkan.
"Alhasil nilai CT <12 tidak selalu berarti tes invalid," tambahnya.
Sama dengan sebelumnya, nilai CT yang besar juga tidak bisa disimpulkan bahwa sudah sembuh dari Covid-19. Jika masih ada gejala, pasien tersebut masih berpotensi untuk menularkan virus ke orang lain.
"Nilai CT tinggi dapat menandakan bahwa masa infeksi hampir berakhir atau justru baru memasuki tahap awal infeksi. Masa infeksius pasien harus dievaluasi dari perjalanan alamiah penyakit," imbuhnya.
Dari penjelasan tersebut, dr. Fajri pun memberikan tiga kesimpulan yang bisa diambil mengenai nilai CT, yakni:
1. Menginterpretasikan nilai CT tidak dapat dilakukan sendiri, namun wajib didampingi oleh dokter yang merawat.
2. Hasil tes PCR, tidak harus melampirkan nilai CT.
3. Nilai CT tidak menunjukkan status infeksius pasien, derajat keparahan penyakit, dan tidak mencerminkan jumlah virus di tubuh.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.