FENOMENA panic buying memang biasa terjadi di berbagai tempat, apalagi ketika ada berita terkait dengan sebuah bencana. Kita tentu ingat bagaimana panic buying membuat harga masker meroket tajam, pada awal pandemi tahun lalu.
Nah, beberapa hari belakangan kembali muncul panik buying, kali ini yang diburu adalah 'Susu Beruang'. Aksi pemborongan ini tidak lepas dari semakin tingginya angka positif Covid-19.
Dalam video viral yang diunggah oleh @ezash pada akhir pekan kemarin di media sosial, menampilkan warga berebut 'susu beruang' di sebuah pusat perbelanjaan. Tak tanggung-tanggung, setiap orang yang berebut susu merk Bear Brand itu membawa lebih dari satu pak.
Kejadian ini pun menarik perhatian salahsatu dokter di Amerika Serikat, VP/CQO/Chief of Infectious Diseases University of MD UCH, Faheem Younus, MD. Lewat Twitternya @FaheemYounus, dia pun mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak mengandalkan susu beruang tersebut sebagai sarana pengobatan.

"My Indonesian Friends
This milk, or vitamins or ivermectin has no role in COVID treatment.
Susu ini, atau vitamin atau ivermectin tidak memiliki peran dalam pengobatan COVID."