Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Panic Buying, Dokter: Vitamin Bukan Obat Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 02 Juli 2021 |22:37 WIB
Fenomena <i>Panic Buying</i>, Dokter: Vitamin Bukan Obat Covid-19
Ilustrasi vitamin pencegah covid-19. (Foto: Whatwolf/Freepik)
A
A
A

LONJAKAN kasus covid-19 di Tanah Air makin memprihatinkan. Akibatnya, banyak rumah sakit kolaps karena tidak mampu menampung jumlah pasien yang terinfeksi. Selain itu, para tenaga kesehatan menjerit akibat kurangnya personel, fasilitas, serta keperluan seperti obat-obatan untuk melayani pasien.

Belum lama ini beredar kabar mengenai sejumlah rumah sakit yang mengeluhkan kurangnya pasokan obat-obatan untuk menangani pasien covid-19. Padahal dalam sesi jumpa pers beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menjamin ketersediaan pasokan obat-obatan untuk beberapa bulan ke depan.

Baca juga: 4 Cara Tingkatkan Imunitas Anak, Ayah-Bunda Wajib Tahu Ya 

Menanggapi hal tersebut, influencer kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa masalah obat habis mungkin hanya ada di beberapa tempat. Tapi ada kabar obat habis karena masyarakat panic buying, atau kebingungan, dan membeli persediaan obat yang sebenarnya kurang perlu.

"Jadi untuk persediaan obat sebenarnya tidak perlu sepanik itu. Padahal di Jakarta, apabila kita lapor positif covid-19, maka obat akan diberikan langsung, dan sudah disediakan paket-paketnya untuk diantar. Panic buying jangan sampai begitu. Kalau mau vitamin ya jangan banyak-banyak, secukupnya saja, karena vitamin juga tidak boleh banyak," kata dr Fajri kepada MNC Portal, Jumat (2/7/2021).

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement