Warga Singapura yang memilih untuk divaksin dengan menggunakan vaksin Sinovac, diketahui tidak termasuk dalam daftar skema kompensasi dari negara jika menderita efek samping yang serius atau kematian.
Faktanya, meski harus merogoh kocek pribadi dan tidak termasuk dalam daftar skema kompensasi dari negara. Vaksin Sinovac tampaknya justru populerd di kalangan penduduk alias banyak peminatnya.
Seperti dikatakan Leong Hoe Nam, ahli penyakit menular di Klinik Rophi, panggilan telepon di kliniknya mulai padat hanya dalam kurun waktu satu jam setelah pengumuman pukul 22.30 waktu setempat. Klinik Rophi sendiri hanya menerima sekitar 200 dosis vaksin, namun antrian yang ada mencapai 1000 orang yang masuk dalam daftar tunggu.
“Responsnya sangat luar biasa," ujar Leong Hoe Nam.
Leong Hoe Nam menambahkan, vaksin Sinovac ini jadi pilihan ideal bagi orang-orang yang belum nyaman dengan vaksin metode mRNA karena merasa takut akan teknologi baru yang digunakan. Dibandingkan dengan yang lebih tradisional, seperti Sinovac, yang dibuat dengan menggunakan metode virus non-aktif atau virus yang dimatikan.
Sementara itu, serupa dengan situasi di klinik Klinik Rophi, di StarMed Specialist Centre dikatakan oleh kepala eksekutif, Louis Tan, StarMed Specialist Centre sudah memiliki daftar pemesanan lebih dari 3.000 yang akan berlangsung hingga September mendatang.