KASUS Covid-19 naik 500 persen. Angka tersebut didapat dari perbandingan kenaikan kasus pada 15 Mei (2.385) dengan yang terjadi di 17 Juni (12.624).
Kenaikan kasus Covid-19 ini jelas memengaruhi kapasitas rumah sakit dan ruang ICU. DKI Jakarta sendiri melaporkan, bed occupation rate (BOR) mereka untuk ruang isolasi dan ICU sangat menipis.

Data per 17 Juni, tercatat sekitar 8.000 tempat tidur isolasi disediakan pemerintah dan kini sudah terisi 84 persen, begitu juga dengan ruang ICU yang sudah terisi 74 persen. Makanya, beberapa kabar menjelaskan banyak pasien susah masuk IGD sekarang.
"Kenaikan kasus Covid-19 sudah menggila. Kita semua enggak ada yang tahu berapa kenaikan kasus hari ini atau besok. Kami semua berharap Indonesia tidak menjadi India kedua," terang Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan, SpP, dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/6/2021).
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Prof Syafri Kamsul Arif pun menjelaskan situasi sekarang ini adalah banyak rumah sakit tidak bisa menampung pasien baru, termasuk pasien ICU.
"Keterisian ICU sudah sampai pada jumlah yang agak memprihatinkan. Ini terlihat dari sudah banyak rumah sakit yang tidak bisa menampung pasien baru, termasuk tidak bisa menerima pasien ruang ICU. Kami sangat prihatin sekali," katanya.