PROGRAM vaksinasi Covid-19 memang terus dilakukan guna menciptakan imunitas kelompok atau herd immunity. Vaksinasi pun dilakukan dalam beberapa tahap, dengan prioritas vaksin diberikan pada kelompok yang rentan tertular.
Pada awalnya, vaksin Covid-19 diberikan pada tenaga kesehatan dan kelompok orang usia lanjut, kemudian berlanjut pada pegawai BUMN dan masyarakat yang masih bekerja dan harus bertemu banyak orang.
Pasca vaksinasi, lalu timbul pertanyaan dilematis, apakah orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap masih harus menjalani tes Covid-19 seperti swab antigen dan swab PCR?
Well, mengutip Fox News, Jumat (4/6/2021) merujuk pada pedoman panduan teranyar dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), disebutkan bahwa oorag-orang yang sudah vaksin lengkap tidak perlu menjalani tes Covid-19 atau dikarantina.
Bahkan, jika orang tersebut terpapar dengan seseorang yang sakit. Namun kecuali, jika Anda mengalami gejala infeksi Covid-19 contohnya demam, batuk, dan kelelahan.
Panduan pedoman yang diperbarui CDC tersebut, dikatakan lebih lanjut mencerminkan penelitian terbaru yang menunjukkan individu yang divaksinasi punya resiko penyakit serius yang sangat kecil. Bahkan jika pada akhirnya terkena infeksi, orang yang sudah divaksin lengkap cenderung tidak menyebarkannya ke orang lain dan gejala sakitnya pun kemungkinan akan lebih ringan.
Sebagai hasilnya, CDC menyebutkan orang yang telah divaksin lengkap bisa jadi pengecualian di tempat kerja alias tak perlu lagi menjalani tes screening Covid-19 rutin di tempat kerja. Tapi bagi orang-orang yang bekerja di tempat resiko tinggi, contohnya rumah tahanan, CDC merekomendasikan tetap harus dites Covid-19 karena resiko wabah yang lebih tinggi.