Lebih mengejutkannya lagi, kadar antibodi yang dihasilkan vaksin Sinovac justru lebih rendah daripada orang-orang yang sudah sembuh dari Covid-19 (Penyintas Covid-19).
“Tapi apapun itu, kita tidak punya data butuh berapa kali booster. Kalau memang butuh dibooster, berapa lama butuhnya? Jedanya? Tidak ada yang tahu. Jadi masih membutuhkan banyak pembuktian,” tambah dr. Fajri.
Terlepas dari itu, dr. Fajri mengatakan bahwa hal yang terpenting saat ini adalah cakupan vaksinasi. Menurutnya pemerintah harus melihat negara-negara yang berhasil dalam hal vaksinasi, tapi ada pula negara yang salah seperti India dan Cile, sebab euforia vaksinnya terlalu tinggi.
“Jadi kita butuh 70 persen populasi yang divaksin. Itu membutuhkan proses. Itulah sebabnya mengapa protokol 3M masih sangat dibutuhkan agar kekebalan kelompok terbentuk yang kita tidak tahu kapan bisa terjadi,” tuntasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.