Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wahana Kereta Gantung Terjatuh Menabrak Gunung, 14 Orang Tewas

Violleta Azalea Rayputri , Jurnalis-Sabtu, 29 Mei 2021 |02:02 WIB
Wahana Kereta Gantung Terjatuh Menabrak Gunung, 14 Orang Tewas
Kecelakaan Kereta Gantung (Foto: News.com)
A
A
A

ITALIA - Kereta kabel Stresa-Alpino Mottarone, yang mengangkut penumpang dari kota resor Stresa terjatuh ke puncak gunung Mottarone di dekatnya. Seorang anak laki-laki berusia lima tahun menjadi satu-satunya yang selamat dari kecelakaan tersebut. Tiga orang telah ditangkap di Italia berkaitan dengan insiden tersebut.

Menurut layanan penyelamatan alpine Italia, kereta gantung itu berada sekitar 100 meter dari puncak 1.400 meter ketika jatuh, menabrak daerah berhutan. Setelah jatuh 20 meter, kereta berguling beberapa kali sebelum berhenti.

Layanan berita Italia ANSA mengutip seorang jaksa penuntut umum lokal di distrik tersebut, yang mengonfirmasi bahwa penyelidik telah menahan tiga orang atas insiden tersebut, termasuk insinyur utama kereta gantung.

Baca Juga:

Italia Tahan 3 Orang Terkait Kecelakaan Kereta Gantung yang Tewaskan 14 Orang

Italia Selidiki Insiden Kereta Gantung Jatuh yang Tewaskan 14 Orang

 

Ketiganya, yang semuanya terlibat dalam pengelolaan mobil tersebut, dituduh sengaja menonaktifkan rem darurat yang bisa saja menghentikannya membanting ke sisi gunung.

"Kantor kejaksaan umum telah memerintahkan tiga penangkapan karena pencabutan atau kelalaian tindakan pencegahan terhadap kecelakaan di tempat kerja," kata juru bicara kepolisian Carabinieri kepada AFP.

Dilansir Okezone dari News.co.au, kantor berita Italia menetapkan ketiga tersangka sebagai Luigi Nerini, kepala Ferrovie del Mottarone, perusahaan yang mengelola kereta gantung, dan dua manajer lainnya, Gabriele Tadini dan Enrico Perocchio.

Pejabat polisi setempat, Alberto Cicognani, mengatakan kepada stasiun radio Radiotre bahwa rem darurat dinonaktifkan setelah terjadi kerusakan.

“Ada malfungsi pada cable car, dipanggil tim maintenance, masalah tidak diperbaiki, atau hanya sebagian,” ujarnya.

"Untuk menghindari gangguan lebih lanjut dalam layanan, mereka memilih untuk meninggalkan 'tuas' yang mencegah rem darurat bekerja."

Mr Cicognani mengklaim ketiga pria itu mengakui apa yang telah terjadi.

Dalam wawancara dengan AFP pada hari Selasa, sebelum penangkapan, kepala jaksa penuntut lokal Olimpia Bossi menggambarkan apa yang terjadi pada hari Minggu.

"Kabelnya jelas itu kabel terdepan, putus," ujarnya.

"Sistem pengereman tidak berfungsi - sistem yang memblokir kabin pada kabel penahan beban, yaitu sistem yang bekerja dalam keadaan darurat, yang harus bekerja dalam keadaan darurat ketika kecelakaan seperti kerusakan kabel dapat terjadi."

Dia menambahkan: “Tidak ada yang bisa membayangkan bahwa apa yang terjadi pada hari Minggu berubah menjadi mimpi buruk yang berakhir.

(Edi Hardian )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement