Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dorong Sektor Pariwisata, Wagub Sulut Apresiasi Business Matching Mister Aladin

Dimas Choirul , Jurnalis-Kamis, 20 Mei 2021 |11:46 WIB
Dorong Sektor Pariwisata, Wagub Sulut Apresiasi Business Matching Mister Aladin
Business Matching Mister Aladin (MPI/Dimas Choirul)
A
A
A

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengapresiasi kegiatan business matching yang diselenggarakan Digital Travel Agent MNC, Mister Aladin dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Langkah kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata di Sulut.

"Ini sebagai suatu wujud komitmen kita bersama untuk membantu secara khusus provinsi Sulawesi Utara dalam konteks kepariwisataan," kata Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat ditemui di kantornya, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Perluas Pasar Wisatawan, Pemprov Sulut Targetkan Pelaksaaan E-Tourism

Steven mengatakan, sebagai daerah yang masuk dalam kategori super prioritas Kawasan Ekonomi Khusus, Sulut diharapkan mampu mendongkrak pasar wisatawan yang lebih luas.

"Tapi saya yakin kedatangan teman-teman (Mister Aladin dan Kemenparekraf) tidak akan sia-sia. Output dan outcomenya akan beriringan. Kita lihat, kita rasakan dan kita ambil manfaatnya," ucap Mantan ketua DPRD ini.

Dikatakan Kandouw, tren pertumbuhan ekonomi wilayah Sulut cenderung positif selama masa pandemi Covid-19. Hal ini tak lepas dari berbagai faktor yang menunjang kekebalan ekonomi daerah seperti sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

"Maka pak Gubernur Olly Donlokambey mendrive sektor-sektor itu termasuk sektor ini kita cari linknya, benang merahnya di sektor pariwisata yang selama ini terpuruk," katanya.

Adapun tiga sektor itu, lanjutnya saling beriringan membantu sektor pariwisata.

"Pertama, tentunya pelaku kepariwisataan ini secara gampang cepat untuk merelokasi, selain itu mendivertifikasi usahanya, terutama sumber daya manusianya," katanya.

Baca juga: Traveler Malaysia Sebut Candi Borobudur di Yogya, Ini Fakta dan Mitos Seputar Borobudur

Kedua, karena banyaknya tren investasi dari luar masuk ke beberapa sektor usaha di Indonesia memudahkan para pekerja asing masuk ke Indonesia, dan harus diisolasi terlebih dahulu.

"Utama kesehatan, setelah dilihat oleh pemerintah pusat kita paling siap menjadi pintu kedatangan tenaga-tenaga profesional dari negara asing. Jadi untuk ke dareah lain semua harus dari Sulut. Dan dengan ini berkah para pelaku perhotelan mereka mendapatkan tamu isolasi selama lima hari. Hanya ada dua pintu gerbang Jakarta dan Manado. Dan ini sangat membantu kita," ucap Pria lulusan Fisipol UI ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement