6. Bertindak sebagai afrodisiak
Afrodisiak adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan hasrat seksual, perilaku dan kesenangan seksual. Kayu cendana merah dianggap sebagai afrodisiak alami yang dapat membantu meningkatkan seksualitas seseorang dengan meningkatkan aliran darah di alat kelamin, meningkatkan suasana hati, dan menenangkan sistem saraf.
7. Mengobati masalah hati
Kayu cendana merah dapat digunakan untuk mengobati berbagai masalah hati yang disebabkan oleh radikal bebas. Flavonoid seperti tanin dan asam fenolik dalam kulit pohon cendana merah membantu menangkal radikal bebas dan melindunginya.
Baca juga: Yuk Rajin Minum Temulawak, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
8. Mengelola diabetes
Polifenol dalam kayu cendana merah dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam tubuh dan meningkatkan sekresi insulin. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa keberadaan seng mineral dalam cendana merah yang berjumlah besar memainkan peran penting dalam sintesis, sekresi, dan penyimpanan insulin karena efek anti-diabetesnya.
9. Memiliki efek kemopreventif
Polifenol alami seperti asam fenolik, flavonoid, stilbena, dan lignan di kayu cendana merah membantu menargetkan beberapa jalur yang terkait dengan karsinogenesis, peradangan, proliferasi sel, radiasi, dan metastasis, semuanya terkait dengan pembentukan kanker.
Menurut sebuah penelitian, Pterolinus K dan pterolinus L yang diekstrak dari cendana merah memiliki sifat anti kanker dan dapat membantu mengurangi risiko jenis kanker seperti payudara, usus besar, pankreas dan prostat.
10. Mengobati batuk
Batuk disebabkan peradangan pada saluran pernafasan oleh patogen. Sifat antimikroba cendana merah membantu membunuh patogen dan sifat anti-inflamasi mengurangi peradangan, sehingga mengatasi batuk, sakit tenggorokan, dan penumpukan lendir.
(Hantoro)