Untuk efikasi atau kemanjuran, Sinopharm mengumumkan bahwa vaksin produksinya memiliki efikasi hingag 79 persen, sementara Sinovac dari uji klinis di Brasil dinyatakan memiliki efikasi 50,4 persen dan di Indonesia sendiri diketahui efikasinya mencapai 65,3persen. Sedangkan AstraZeneca atau AZD1222 seperti yang tertera di laman resmi WHO, disebut memiliki tingkat efikasi 63,09 persen dalam melawan infeksi Covid-19.
4. Dosis
Baik Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca masing-masing hadir dengan dua dosis, alias pemakaiannya harus dua kali suntik. Sinovac dengan interval pada kelompok usia 18–59 tahun adalah 14 hari. Sedangkan untuk kelompok usia 60 dan lebih tua, pemberian vaksin dari dosis pertama ke dosis kedua berjarak 28 hari. Sementara vaksin AstraZeneca punya interval yang lebih panjang yaitu 8 hingga 12 pekan untuk semua kelompok penerima. Lain lagi dengan vaksin Sinopharm yang disebutkan memiliki jarak selama 21 hingga 28 hari dari suntikan dosis pertama ke suntikan dosis kedua.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.