Sinovac dan Sinopharm sama-sama diproduksi oleh perusahaan bioteknologi asal Cina, Sinopharm atau China National Pharmaceutical Group Corp. adalah perusahaan milik negara di Cina. Sinopharm mengklaim sebagai produsen vaksin terbesar ke-6 di dunia, yang memproduksi semua vaksin untuk Program Vaksinasi Nasional China.
Sementara Sinovac adalah perusahaan swasta yang selama ini diketahui telah mengembangkan vaksin untuk influenza dan hepatitis. Menurut laporan Time, Sinovac adalah satu-satunya pengembang vaksin yang mencapai uji klinis Fase 1 selama wabah SARS pada 2002 hingga 2003, inilah yang kemungkinan membuat Sinovac lebih awal memulai pengembangan vaksinnya. Di sisi lain, AstraZeneca hadir dengan dua versi. Versi pertama adalah produksi AstraZeneca-SKBio dari Korea Selatan dan satu lagi adalah Oxford-AstraZeneca buatan Serum Institute of India, institut pembuat vaksin terbesar di dunia.
2. Tipe vaksin
Sinopharm dan Sinovac adalah tipe vaksin menggunakan virus Covid-19 yang dinonaktifkan atau dimatikan. Vaksin virus yang dilemahkan telah lama digunakan untuk inokulasi. Sementara vaksin AstraZeneca tipenya adalah dengan metode viral vector (virus termodifikasi secara genetik).
3. Efikasi