Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2.600 Penerbangan Ditunda saat Puncak Arus Mudik

Antara , Jurnalis-Rabu, 05 Mei 2021 |05:00 WIB
2.600 Penerbangan Ditunda saat Puncak Arus Mudik
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

SEDIKITNYA 2.600 penerbangan di seluruh wilayah daratan China ditunda dan dibatalkan di tengah kepadatan arus mudik liburan Hari Buruh karena cuaca buruk.

Hingga Senin 3 Mei 2021 malam pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB) atau hari ketiga libur Hari Buruh di China, tercatat 2.613 penerbangan yang ditunda dan dibatalkan, demikian dikutip dari Umetrip aplikasi perjalanan wisata yang dikembangkan TravelSky Technology Limited.

Baca juga:  Potret Jalur Mudik Paling Keren di Tol Salatiga

Penundaan dan pembatalan tersebut paling banyak terjadi di sejumlah bandar udara besar, seperti Bandara Internasional Daxing dan Bandara Internasional Ibu Kota, keduanya di Beijing.

Beberapa penumpang bahkan menumpahkan kekecewaannya di Sina Weibo, media sosial populer di China.

Menanggapi hal itu, pihak Bandara Ibu Kota menyatakan bahwa pihaknya sedang menghadapi hujan badai disertai petir.

"Hujan badai tidak terjadi di Beijing maupun Guangzhou, tetapi di semua rute penerbangan," demikian pihak bandara dikutip media resmi China, Selasa.

 

Pusat Meteorologi Nasional China (NMC), Senin, mengeluarkan peringatan badai hujan dan petir di wilayah tengah, selatan, dan barat daya, serta di barat laut.

Baca juga:  Sektor Penerbangan Diprediksi Membaik Awal 2022

Libur Hari Buruh di China berlangsung selama lima hari hingga Rabu 5 Mei.

Momentum itu digunakan warga untuk mudik dan berlibur bersama keluarga.

Otoritas setempat memperkirakan 265 juta perjalanan bakal terjadi selama libur panjang tersebut.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement