Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendaki Everest Positif Corona, Keputusan Nepal Buka Jalur Pendakian Dikritik

Suci Wulandari Putri , Jurnalis-Minggu, 25 April 2021 |05:05 WIB
Pendaki Everest Positif Corona, Keputusan Nepal Buka Jalur Pendakian Dikritik
Gunung Everest (Foto: Reuters)
A
A
A

SEORANG pendaki Gunung Everest asal Norwegia, Erlend Ness dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19 saat dalam perjalanan mendaki Gunung Everest setelah adanya izin pembukaan jalur pendakian oleh Nepal. Ness langsung dievakuasi ke Kathmandu menggunakan helikopter yang menjemputnya ke lereng gunung.

Awalnya, ia diduga menderita edema paru, yaitu suatu kondisi yang terkait dengan penyakit ketinggian. Risiko penularan penyakit antar pendaki pun bisa dibilang rentan karena sulitnya proses bernapas di dataran tinggi.

Ness dievakuasi dari lereng pendakian menuju rumah sakit di Kathmandu setelah menghabiskan waktu di basecamp Everest. Dalam pernyataannya, Ness berharap tidak ada lagi yang positif Covid-19 di jalur pendakian, karena proses evakuasi pasien dari gunung ke rumah sakit sangatlah sulit, dan harus menggunakan helikopter.

“Saya sangat berharap tidak ada yang terinfeksi, jauh di pegunungan. Tidak mungkin mengevakuasi orang dengan helikopter saat mereka berada di atas 8.000 meter,” kata Ness kepara penyiar NRK Norwegia, seperti diwartakan The Guardian.

Baca juga: Ini Alasan Jasad Pendaki di Gunung Everest Dibiarkan Begitu Saja

Dilaporkan bahwa sudah ada seseorang di sana yang juga dinyatakan positif Covid-19. Ness mengatakan, dirinya sudah melakukan tes kesehatan sebelum meninggalkan Norwegia, dan hasilnya negatif. Bahkan saat karantina di Kathmandhu pun ia bergegas menuju basecamp agar terhindar dari risiko tertular virus corona dalam perjalanan ke gunung.

Sayangnya ia tetap tertular virus corona di Kathmandhu kendati saat melakukan pendakian, ia selalu menjaga kebersihan dan sanitasi.

Kasus positif Covid-19 yang dialami oleh Ness saat mendaki Gunung Everest, kemudian menyoroti keputusan Nepal yang membuka jalur pendakian di tengah pandemi.

Sebelumnya, Nepal telah membuka jalur pendakian untuk para pendaki yang ingin mendaki Gunung Everest, namun Everest dari sisi China tetap tertutup untuk pendaki luar. Pembukaan jalur pendakian ini merupakan keputusan Nepal dengan menaikkan harga untuk pendaki.

Keputusan ini menjadi sorotan karena Nepal membuka jalur pendakian di saat beberapa perusahaan pendakian komersial barat memilih untuk membatalkan rencana perjalanan mereka tahun ini karena kekhawatiran penularan virus corona. Tak hanya itu, sejumlah sektor juga mengurangi rencana untuk musim ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement