Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarakat Perlu Edukasi Pangan yang Baik di Masa Pandemi

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Senin, 19 April 2021 |18:03 WIB
Masyarakat Perlu Edukasi Pangan yang Baik di Masa Pandemi
Ilustrasi. (Foto: Foodbeverageinside)
A
A
A

PANDEMI Covid-19 menyebabkan penghasilan masyarakat merosot drastis. Masalah ini tentu menyebabkan gangguan akses pangan pada keluarga, sehingga membutuhkan edukasi soal pangan dan nutrisi yang baik. 

Walau tak ada pandemi, sebenarnya Indonesia masih menghadapi masalah kelaparan yang serius (Indeks Kelaparan Global, 2019). Padahal pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia.

Perlu diketahui, dalam strategi pelaksanaan SDGs nomor 2, masyarakat dan pemerintah harus bisa mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan.

Bahkan Perwakilan Foodbank of Indonesia M. Hendro Utomo mengungkapkan, dari hasil observasi lapangan, situasi pandemi ini semakin mempersulit masyarakat. Khususnya balita dan lansia untuk memperoleh akses pangan yang layak.

Baca Juga: Menu Simpel untuk Sahur, Bikin Telur Dadar Sosis Yuk!

pangan

"Kita perlu bahu-membahu menangani permasalahan ini dengan mendistribusikan pangan dan mengurangi kelaparan masyarakat," ungkap Hendro.

Sementara itu, Plt. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharti menambahkan,  peningkatan ketahanan pangan kelompok rentan perlu dilakukan. Khususnya yang merupakan masyarakat pra-sejahtera.

"Masyarakat juga perlu diedukasi dalam hal intervensi pangan, sehingga akan terwujud ketahanan pangan masyarakat yang baik," pungkasnya

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement