Laporan terbaru National Institute of Health mengatakan bahwa hampir setengah pasien Covid-19 mengeluhkan mulut kering atau xerostomia. Karenanya disebut mulut kering bisa jadi gejala Covid-19 yang baru. Gejala ini bahkan bisa muncul beberapa hari sebelum demam dan sakit tenggorokan terjadi.
Karena itu, para peneliti dan dokter mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan mulut kering. Sebab, kondisi tersebut memungkinkan virus atau bakteri jahat lainnya menyerang tubuh Anda karena produksi air liur yang kurang.

Air liur memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya mulut dan gigi. Selain itu, air liur berfungsi sebagai pelembap alami area mulut Anda.
"Kekurangan air liur dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti bau mulut, rasa tidak nyaman di mulut, masalah kebersihan mulut, termasuk gigi berlubang, kerusakan gigi, dan penyakit mulut lainnya. Efek lainnya adalah Anda susah berbicara dan menelan," lapor laman My Cleveland Clinic.
Baca Juga : Mulut Kering Jadi Gejala Baru Covid-19
Baca Juga : Tas Amanda Manopo Disebut Mirip Buntelan, Ternyata Harganya Bisa untuk THR Sekampung!
Lantas, bagaimana cara mengatasi mulut kering?
Prosthodontis dr Thomas J. Salinas, D.D.S., menjelaskan bahwa ketika Anda mengalami mulut kering, pengobatan yang diberikan akan sangat tergantung dari penyebabnya. "Meski begitu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan level mulut keringnya," kata dr Salinas, dikutip dari Mayo Clinic.

Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan keparahan mulut kering:
1. Batasi konsumsi kafein, karena kafein secara langsung membuat mulut kering.
2. Jangan gunakan obat kumur yang mengandung alkohol, karena itu bisa membuat area mulut menjadi semakin kering.
3. Stop merokok.
4. Konsumsi air secara cukup, pastikan jangan sampai mulut terasa kering.