Prof Amin menambahkan, penggunaan Vaksin Nusantara ini tidak bisa sembarangan. Apalagi disuntikkan kepada orang lain.
"Kalau disuntikan dengan orang yang lain, ada risikonya, Graft versus Host Disease (GvHD). Karena setiap orang itu punya KTP sendiri."
Begitu tidak sesuai, maka berisiko. "Begitu dimasukkan ke tubuh orang lain akan terjadi penolakan. Sifatnya individual," imbuhnya.
Meski begitu, menurut Prof Amin, efektivitas Vaksin Nusantara ini mungkin saja bisa membangkitkan respons imun. "Namun sayangnya tidak untuk dipakai secara massal," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)