Buralimar menambahkan, wisatawan asal Singapura dalam setiap bulan terbanyak berkunjung ke Kepri sebelum pandemi Covid-19. Akses transportasi laut Lagoi-Singapura pun terbuka untuk memudahkan warga negara tetangga Bintan itu berkunjung ke Lagoi.
"60 persen pendapatan asli daerah di Bintan itu berasal dari sektor pariwisata. Sekarang kondisinya terpuruk akibat wisman tidak berkunjung ke Lagoi," katanya.
Menurut dia, perusahaan pariwisata di wilayah tersebut rata-rata hanya mampu bertahan sampai Agustus 2021 jika tidak memperoleh pendapatan dari wisatawan mancanegara.
Pemilik perusahaan pariwisata seperti perhotelan, resort dan restoran sudah menghabiskan uang untuk bertahan selama masa pandemi Covid-19. Biaya operasional dalam pengelola hotel, resort, restoran cukup besar, sementara tidak ada omzet selama pandemi.
Di Lagoi, Kabupaten Bintan, yang sudah sejak beberapa bulan lalu bersiap melayani wisman memiliki sebanyak 15 destinasi wisata, 10 di antaranya sudah tidak beroperasi. Beitu pula di Nongsa, memiliki 11 objek wisata, namun tidak seluruhnya beroperasi.
"Melihat kondisi ini, pemerintah pusat dan daerah tidak tinggal diam. Kami terus mengupayakan agar destinasi wisata di Lagoi kembali jaya. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan wisatawan asal Singapura mengunjungi Lagoi dan Nongsa," tuturnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.