Hal yang membuatnya semangat untuk terus maju adalah pikiran untuk melihat orangtua dan saudara kandungnya lagi.
Sena lahir di Santarem, kota kecil di persimpangan antara sungai Amazon dan Tapajos. Dia menyebut dirinya orang asli Amazon dan pencinta hutan hujan.
Namun, pandemi Covid-19 membuatnya memiliki sedikit pilihan sehingga harus mengambil pekerjaan di salah satu dari ribuan tambang emas ilegal yang merusak hutan dan mencemari sungai dengan merkuri.
Seorang pilot terlatih dengan waktu terbang 2.400 jam, Sena juga telah membuka sebuah restoran di kota kelahirannya beberapa tahun yang lalu. Tetapi pembatasan Covid-19 memaksanya untuk menutup restoran itu.
Baca juga: Kapten Vincent Raditya Beberkan Fasilitas Mewah yang Didapatkan Pilot
(Foto: Reuters)
"Bagaimanapun juga, saya harus menghasilkan uang. Saya tidak pernah ingin (bekerja untuk tambang ilegal-red), tetapi itu adalah pilihan yang saya miliki jika saya ingin meletakkan makanan di atas meja," lanjut Sena.
"Tidak akan lagi," tegasnya.
Dalam petualangannya di hutan, Sena telah berjalan sejauh 28 kilometer. Pada hari ke-35, ia mendengar suara sesuatu yang asing di hutan hujan untuk pertama kalinya sejak regu penyelamat menyerah mencarinya. Ia mendengar suara gergaji mesin.
Ia pun mulai berjalan ke arahnya, dan akhirnya sampai ke kamp pengumpul kacang Brazil. Dikejutkan oleh penampakan tak terduga dari hutan, para pekerja itu membantu Sena menghubungi ibunya untuk memberi tahu bahwa dia masih hidup.