Baca juga: Mudik Lebaran Kembali Dilarang, Wajarkah Masyarakat Kecewa?
Ia menjelaskan bahwa pada kasus mutasi E484K maksudnya adalah asam amino urutan ke 484 berubah dari E menjadi K. Sehingga, perubahan itulah yang dipakai menjadi nama varian baru virus corona ini.
"Pada kasus E484K karena ini adalah mutasi dari titik tertentu di reseptor binding domain di antibodi, di mana ini akan dikenali oleh antibodi lewat tanduknya. Ketika tanduk ini berubah, maka menjadi tidak bisa dikenali. Ada beberapa varian yang memiliki mutasi. Jadi, satu varian bisa banyak mutasinya," tuntasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.