SEBUAH studi mengungkap fakta tidur cukup di malam hari terbukti turunkan risiko terinfeksi covid-19, bahkan bisa mencegah penyakit yang lebih parah. Studi ini melibatkan lebih dari 2.800 tenaga kesehatan di enam negara yang secara rutin berada di lingkungan tinggi paparan covid-19.
Jadi, setiap jam tambahan tidur yang didapat para tenaga kesehatan pada malam hari menurunkan 12 persen risiko infeksi covid-19. Sementara itu, nakes yang melaporkan kelelahan memiliki risiko lebih tinggi terpapar covid-19.
Baca juga: Ini Jenis-Jenis Bantal yang Bisa Bikin Tidur Makin Nyenyak, Ada dari Bulu Lho
Pada kelompok tenaga kesehatan yang kurang tidur pun diketahui bahwa mereka cenderung tetap sakit untuk jangka waktu yang lebih lama ataupun lebih parah kondisinya.

"Kurang tidur, masalah tidur yang parah, dan kelelahan menjadi faktor risiko nakes terpapar covid-19," kata Steven Holfinger, pakar obat tidur di The Ohio State University Wexner Medical Center, seperti dikutip dari laman HuffPost, Kamis (1/4/2021).
Baca juga: Waspada 6 Bahaya Kurang Tidur Selama Pandemi Covid-19
Ia memiliki beberapa catatan yang mesti diperhatikan terkait studi ini. Pertama, studi tidak menjelaskan secara jelas apa alasan nakes kelelahan; kedua, kondisi pandemi covid-19 yang makin luas dengan ditemukannya beberapa varian baru seharusnya menjadi perhatian peneliti juga untuk menilai studi mereka.
Meski begitu, memang ada hubungan yang jelas antara kualitas tidur yang baik dengan risiko terpapar covid-19. Hal ini ditunjukkan oleh studi kecil di China yang menemukan bahwa orang yang tidak banyak tidur dalam seminggu sebelum terpapar covid-19 tampaknya memiliki hasil yang lebih parah.