Advertisement
Advertisement

Dulu Pramugari, Cewek Korea Ini Beralih Jadi Pilot

Mila Widya Ningrum , Jurnalis-Kamis, 01 April 2021 |07:03 WIB
Dulu Pramugari, Cewek Korea Ini Beralih Jadi Pilot
Jae Won Jess, mantan pramugari yang pilih jadi pilot. (Foto:
A
A
A

JAE Won Jess Shin (27) telah bekerja sebagai pramugari di Qatar Airways. Rezeki tak kemana, ia pun memutuskan untuk mengembangkan kariernya di dunia aviasi sebagai pilot.

Jess mengundurkan diri dari maskapai tepat sebelum pandemi global dan mulai membangun kariernya sebagai pilot maskapai penerbangan. Dia merasa tertantang untuk mengikuti pelatihan dan bertekad besar jadi pilot. Jess pun selalu tak sabar menunggu kesempatan untuk menerbangkan pesawat.

Jess memulai karier di industri penerbangan setelah kembali ke Korea Selatan, negara asalnya, dari Amerika Serikat, tempat dia bekerja sebagai au pair. Lalu Jess bergabung dengan Qatar Airways selama tiga tahun. Ia pernah menerbangkan Airbus A320, A330, A340, dan A350 serta Boeing 777 dan Boeing 787.

“Saat-saat ketika saya biasa mendarat di tempat tujuan dan singgah, sangatlah menawan. Tidak peduli di mana saya berada, itu sangat bagus."

"Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan tinggal di Sudan atau Nigeria atau bahkan Afrika Selatan. Seperti saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan dapat pergi mengunjungi negara-negara semacam itu sebelumnya. Karena itu cukup jauh dari Korea dan itu bukan tempat yang akrab," katanya dilansir AeroTime Hub.

Baca Juga: Umur 18 Tahun Jadi Pramugari, Gaji Anisa Fajar Sebulan Bisa Beli Motor Matik Cash

Jess tersenyum dan mengatakan dia bahkan tidak dapat menghitung berapa banyak negara yang telah dia kunjungi selama menjalani karier sebagai pramugari.

 jess

“Tapi saya bisa mengatakan dengan pasti bahwa saya pernah ke sebagian besar benua.”

“Sangat menarik bertemu orang-orang dari begitu banyak negara, negara-negara yang tidak pernah terpikirkan oleh saya, seperti Aljazair, atau Maroko, atau bahkan negara-negara Timur Tengah. Beberapa teman baik saya adalah orang Mesir, jadi, bagaimana saya tahu bahwa saya akan memiliki sahabat dari Mesir.”

Jess juga menambahkan bahwa dia tidak pernah ingin menetap di suatu tempat dan melakukan pekerjaan yang rutin. Itulah mengapa industri penerbangan sangat cocok dengan kepribadiannya, yang ekstrovert dan berorientasi pada tindakan.

Mantan pramugari yang kini menenekuni karier pilot sejak 2019 juga pernah diminta temannya bergabung ke Afrika Selatan untuk memeriksa kursus.

“Saya hanya mengikuti teman saya dan ketika saya melihat pesawat, saya seperti ingin melakukan itu juga, saya bisa mencobanya. Saya ingin hidup saya di dunia penerbangan terus berjalan,” kata dia mengingat kembali.

Setelah itu, dia memulai pelatihan pilot, tetapi seluruh proses dibebani oleh pandemi Covid-19 karena pembatasan, pelatihan ditunda secara signifikan.

“Saat saya mengambil kursus pilot, saya tinggal di Yunani. Pembatasan Covid-19 sangat menunda pelatihan saya. Tidak mudah untuk menyelesaikan kursus saya dalam keadaan seperti ini."

 jess

"Namun saya menyelesaikannya dengan tekad saya dan setelah menunggu begitu lama, saya baru saja menerima salinan lisensi saya. Saya mendapatkan lisensi pilot komersial, saya mengikuti kursus ATPL [Airline Transport Pilot License- ed.] Jadi, sekarang saya memiliki lisensi pilot komersial untuk mesin ganda dan peringkat instrumen, serta untuk mesin tunggal," imbuhnya.

Karena pandemi yang sedang berlangsung, Jess mengatakan, dia menghadapi kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di maskapai penerbangan, untuk pilot yang baru berkualifikasi. Tetapi dia tetap berpikir positif dan sibuk melamar lowongan.

Sementara itu, dia juga sedang mengikuti kelas bahasa Inggris. Karena ia secara pribadi mengajar bahasa Inggris kepada orang Korea dari berbagai usia.

"Setiap kali saya melihat pembukaan di maskapai penerbangan, saya langsung masuk dan menulis CV lalu mengirim dokumen yang diperlukan secara instan."

Ia juga berencana untuk mendapatkan gelar sarjana karena ingin mengembangkan kariernyalebih jauh. "Saya pikir itu akan membuat saya tumbuh secara professional," ungkapnya.

Ketika ditanya tentang pesawat impiannya yang ingin ia operasikan, Jess mengatakan dia selalu menyukai jet Boeing 787 Dreamliner. “Saya rasa saya jatuh cinta dengan Boeing karena itu adalah pesawat pertama yang saya masuki ke dalam dek penerbangan selama penerbangan malam dan melihat langit malam dan semua pemandangan indah di luar kokpit. Tapi untuk saat ini, saya sebenarnya tidak keberatan.”

"Saya tidak sabar untuk segera memulai karir saya sebagai pilot dan saya yakin ada banyak orang yang seperti saya," Jess tersenyum.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement