Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curhat Penenun Ulos Hadapi Pandemi: Saya Bangkit dan Semangat Lagi

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 25 Maret 2021 |18:11 WIB
Curhat Penenun Ulos Hadapi Pandemi: Saya Bangkit dan Semangat Lagi
Penenun Sartika. (Foto: ist)
A
A
A

KAIN tenun menjadi warisan tak benda yang diakui UNESCO. Di masa pandemi ini, para penenun pun merasakan dampak luar biasa karena pendapatannya menurun.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Irini Dewi Wanti, SS., M.SP mengatakan, penenun atau lebih dikenal dengan nama "Partonun" di Tapanuli adalah seniman. Mereka adalah pekerja seni, jadi bukan hanya mengurusi ekonomi keluarga, tapi juga mewarisi budaya.

"Partonun bekerja demi kelangsungan warisan mahakarya nenek moyang, menjaga filosofi hidup orang Batak, serta kemahiran tradisional yang tidak semua orang dapat melakukannya," ujarnya lewat keterangan resmi Kita Muda Kreatif dari UNESCO-CITI Indonesia.

 Ulos

Karenanya Partonum Perempuan adalah penjaga budaya. Dalam masa krisis apapun, dia akan tetap bertenun, karena sebagai seniman ia akan tenggelam dalam dunianya.

Seberapapun hasil yang diterima maka itulah yang mereka jalani, selanjutnya adalah tugas kita membantu menyejahterakan mereka," imbuhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement