TUBERKULOSIS merupakan penyakit pernapasan yang cukup banyak penderitanya di dunia. Penanganan secara intensif pun terus digencarkan, termasuk oleh sejumlah pihak di Indonesia.
Terkait langkah ini, Director of the Global Tuberculosis (TB) Programme World Health Organization (WHO) Tereza Kasaeva pun mendukung solidaritas jutaan orang di dunia untuk mengatasi penyakit ini.
Baca juga: Selama Pandemi, Data Pelaporan Kasus Tuberkulosis di Indonesia Menurun
"Tema Hari Tuberkulosis Sedunia tahun ini ialah 'The Clock is Ticking' yang membawa pesan bahwa waktu kita makin terbatas untuk mencapai target eliminasi TB yang telah dideklarasikan bersama oleh seluruh petinggi negara di dunia, termasuk dari Indonesia," kata Tereza dalam 'Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia' yang disiarkan kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (24/3/2021).

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban tuberkulosis terbesar di dunia, tetapi telah terbukti memiliki perkembangan yang pesat dalam usaha penanggulangannya, khususnya saat pandemi covid-19.
Ia menyatakan WHO terkesan dengan Pemerintah Indonesia, salah satunya dengan komitmen yang dicanangkan Presiden Joko Widodo terkait Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030.
Baca juga: Target Eliminasi Tuberkulosis 2030 Terancam Gagal Akibat Pandemi Covid-19
"Atas dukungannya dalam membuat peraturan Presiden tentang tuberkulosis. Peraturan presiden ini sangat diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan multisektoral dengan mengajak seluruh kementerian dan para pemangku kepentingan dalam penanggulangan TBC di Indonesia," ucap Tereza.
Program yang dilakukan oleh Indonesia sejalan dengan Multisectoral Accountability Framework yang dicanangkan WHO. Indonesia pun menjadi negara percontohan bentuk kolaborasi multisektoral yang dapat diikuti oleh negara lain.
(Hantoro)