Seperti sampah plastik lainnya, masker sekali pakai dapat menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologis berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, serta mikro-organisme patogen.
Selain itu, penyerapan partikel plastik kecil diketahui menyebabkan efek kesehatan yang merugikan dengan tiga cara utama yaitu toksisitas partikel, toksisitas kimiawi, dan vektor mikroorganisme patogen.
Baca juga: Wajib Tahu! Tali Masker Hanya Estetika, Bukan untuk Menggantung Masker
Para peneliti melanjutkan dengan mengatakan bahwa masker sekali pakai bahkan dapat menimbulkan lebih banyak masalah daripada kantong plastik.
Masalah yang lebih baru dan besar adalah masker dibuat langsung dari serat plastik berukuran mikro. Ketika rusak di lingkungan, masker dapat melepaskan lebih banyak plastik berukuran mikro, lebih mudah dan cepat daripada plastik curah seperti kantong plastik.
Dampak tersebut dapat diperburuk oleh masker generasi baru, nanomasks, yang secara langsung menggunakan serat plastik berukuran nano dan menambahkan sumber polusi nanoplastik baru.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.