Tidak berhenti di situ, filler payudara pun ternyata memberi efek buruk saat pemeriksaan USG. Artinya, ketika seorang perempuan ingin melakukan medical check up atau screening tumor di dalam tubuh, filler payudara yang dimasukkan akan menghambat proses diagnosis.
"Ini terjadi karena adanya jaringan asing yang masuk ke dalam tubuh dan bahan baku filler payudara ini di Indonesia non-available dan non-registrasi. Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) Amerika juga belum menyetujui filler payudara," tegas dr Cynthia.
Baca Juga : Jessica Iskandar Tampil Seksi di Bandara, Intip Gayanya!
Pemilik akun Instagram @cynthia_dr itu berharap agar perempuan semakin cerdas dalam memilih treatment untuk tubuhnya. Jangan sampai tergiur dengan harga yang terjangkau, tapi efek jangka panjangnya malah merugikan kesehatan Anda.
"Saya berharap sekali agar masyarakat Indonesia semakin bijak dalam mengambil keputusan untuk tubuhnya. Jangan tergiur dengan treatment filler payudara meski harga yang ditawarkan sangat terjangkau sekalipun," saran dr Cynthia.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.