Bully menjadi makanan Franka sejak kecil. Si introvert itu pun akhirnya mampu melewati momen bully dengan cantik. Tak harus merusak mental diri sendiri, apalagi membuat luka di hati orang lain secara langsung.
Namun, dari bully tersebut terbentuk sikap peka terhadap orang lain. Ya, hatinya pasti akan terketuk ketika ada orang yang curhat soal bully. Rasa ingin membantunya tinggi.
"Saat aku tahu ada orang yang dibully, sebagai penyintas, ada keinginan kuat dari dalam diriku buat narik dia ke atas jurang kesedihan. Aku mau bantu supaya mereka para korban bully punya harapan untuk bisa hidup lebih baik dan semua itu karena 'I see myself on that people'," ucap Franka haru.

Lewat modest fashion weeks, Franka juga meminimalisir bentuk bully-an di dunia mode. Tak ada ekslusivitas yang dia amini di modest fashion. Semua sama di matanya.
"Aku mau mereka yang belum punya nama, ya, namanya sejajar dengan mereka yang sudah ada nama. Sebab, aku tahu struggle-nya bisnis mode dan aku enggak mau ada yang merasakan hal yang aku alamin dulu," tambahnya.
Franka Soeria adalah sosok di balik Think Fashion yang didirikan di Turki dan #Markamarie yang namanya cukup besar di Indonesia dan Malaysia. Dia juga terlibat dalam penciptaan Council of Modest Fashion, Modest Fashion Founders Fund (berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Asian Bloggers Academy (bersama Markamarie Malaysia dan Universiti Teknologi MARA), serta proyek kemanusiaan bernama Benang Project (didukung UNHCR).
Segudang prestasi dan karya sudah dia telurkan. Nama-nama besar di dunia modest fashion, salah satunya Noor Tagouri, pun dia lahirkan. Harapan besar bahwa modest fashion akan menjadi rumah bagi mereka yang saling support dan mau terus berkembang tak pernah berhenti dia yakini, meski bully pernah dia alami.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.