PEMBALUT wanita adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting ketika masa menstruasi. Para wanita akan sangat nyaman menjalani hari-hari datang bulan jika menggunakan pembalut.
Pembalut wanita dilaporkan cukup aman digunakan dan tidak menyebabkan penyakit dalam jangka panjang. Hal ini sebagaimana hasil beberapa penelitian.
Baca juga: Selangkangan Hitam Akibat Pakai Pembalut? Ini 4 Cara Mengatasinya
Tetapi ada beberapa penelitian yang sedang berlangsung melaporkan kejadian kanker genital terkait penggunaan pembalut yang menggunakan penyerap seperti dioksin dan polimer penyerap super. Ini dikarenakan dioksin dapat menumpuk di dalam tubuh yang dapat berdampak pada organ reproduksi hingga bisa menyebabkan kanker ovarium dan serviks.

Seperti dikutip dari laman Times of India, Kamis (11/3/2021), dioksin adalah karsinogen, berarti dapat mendorong pembentukan sel-sel penyebab kanker ke dalam tubuh. Pembalut diberi pemutih untuk meningkatkan daya serap pembalut dan pemutih mengandung dioksin.
Baca juga: Yuk Cegah Kanker Serviks dengan Deteksi Dini HPV Sebelum Menikah
Dioksin juga menekan kekebalan tubuh yang membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi. Ini juga berdampak pada produksi hormon reproduksi seperti estrogen (hormon seks) yang bisa menjadi masalah dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk pencegahan, gantilah pembalut secara berkala setiap 3 sampai 4 jam. Tetap terhidrasi selama periode untuk mengurangi kemungkinan infeksi saluran kemih (ISK) dan selalu kenakan pakaian dalam yang bersih serta kering kemudian jaga kebersihan perineum.
Pilih pembalut organik. Hindari mengenakan pembalut dengan pewangi. Lalu hindari juga menggunakan kamar kecil umum. Waspadai adanya ruam atau gatal di sekitar area vagina.
Baca juga: Terungkap, Konsumsi 5 Porsi Sayuran dan Buah Setiap Hari Turunkan Risiko Kanker
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.