Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Candi Kalasan, Selalu Buat Wisatawan Kagum

Fatha Annisa , Jurnalis-Kamis, 11 Maret 2021 |06:02 WIB
Wisata Candi Kalasan, Selalu Buat Wisatawan Kagum
Wisata Candi Kalasan. (Foto: Instagram oldvehiclegreatjourney)
A
A
A

WISATA Candi Kalasan adalah salah satu candi Budha tertua yang ada di Yogyakarta. Meski digolongkan dalam candi bercorak Budha, Candi Kalasan dibangun dengan perpaduan antara kerajaan Budha dan Hindu.

Lokasinya berada di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Kalasan yang juga dikenal dengan nama Candi Kalibening hanya berjarak sekira 16 kilometer dari pusat kota Yogyakarta atau 2 kilometer dari Candi Prambanan.

Letaknya yang berada pada sisi Jalan Raya Yogyakarta-Solo, membuat akses menuju candi sangatlah mudah. Tarif yang harus dibayarkan untuk masuk ke kawasan Candi Kalasan adalah Rp5.000 per orang, Rp5.000 untuk biaya parkir motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Berikut ini adalah deretan fakta menarik wisata Candi Kalasan yang bisa Anda simak. Ada apa saja ya?

Baca Juga: Wisata Candi Arjuna, Destinasi Wajib Bila Liburan ke Dieng

 

Sejarah candi

candi

(Foto: Instagram mgm_bt_trip)

Prasasti Kalasan yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan menjadi pengungkap sejarah pembangunan candi tersebut. Ditulis pada tahun Saka 700 atau 778 Masehi atau sama dengan tahun dibangunnya Candi Kalasan, bahasa yang digunakan dalam prasasti masih merupakan bahasa Sansekerta dan huruf pranagari.

Dalam prasasti dijelaskan bahwa awal mula pembangunan Candi Kalasan berasal dari nasihat para pemuka agama kepada Maharaja Tejapurnama Panangkarana, yaitu Rakai Panangkaran, di zaman wangsa Syailendra. Mulanya, Candi Kalasan dibangun sebagai tempat suci yang digunakan untuk sarana pemujian Dewi Tara sekaligus biara untuk para pendeta Budha. Lalu, Rakai Panangkaran memilih Desa Kalasan sebagai tempat untuk membangun bangunan suci itu.

Pada 750 hingga 850 Masehi, wilayah Jawa Tengah bagian utara dikuasai oleh raja-raja Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu. Sedangkan kawasan selatan Jawa Tengah dikuasai oleh raja-raja wangsa Syailendra yang beragama Budha.

Perbedaan kekuasaan ini yang membuat Candi Kalasan memiliki corak perpaduan antara Budha dan Hindu. Perpaduan tersebut menjadi keistimewaan dari Candi Kalasan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement