PEMERINTAH dan stakholders terus berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Berbagai upaya pun telah dilakukan, seperti meluncurkan program pengembangan desa wisata.
Desa wisata digadang-gadang berpotensi mendongkrak kembali jumlah kunjungan wisatawan, seiring dengan bergesernya tren wisata. Di era pandemi Covid-19, wisata berkualitas berbasis alam diprediksi akan booming dan diburu oleh wisatawan.
Baca juga: Berkunjung ke Candi Plaosan, Artefak Paling Romantis di Jawa Tengah
Untuk itulah, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) serta Atourin menggelar kompetisi bertajuk 'Inspirasi Desa Untuk Indonesia'.
Menurut Reza Permadi, Chief Operating Officer Atourin, tema tersebut sengaja dipilih karena selama masa pandemi Covid-19, desa memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik ketimbang kota. Hal ini tentu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.
"Selain itu, tujuan kami mengambil tema di atas adalah untuk membuktikan kalau desa adalah tempat yang memiliki Inspirasi yang bisa di adopsi oleh perkotaan, khususnya manusia yang hidup di perkotaan. Dengan cara menngunjungi Desa, harapannya masyarakat perkotaan bisa mendapatkan inspirasi untuk diterapkan di kehidupannya sehari-hari," terang Reza dalam konferensi pers secara virtual, Senin (8/3/2021).
Lebih lanjut Reza menjelaskan, dalam kompetisi ini, ada dua kategori yang dilombakan. Lomba pertama adalah membuat itinerary atau rencana perjalanan menuju desa wisata.
Baca juga: Desa di Kudus Kembangkan Wisata Air
Ketentuannya antara lain; itinerary harus fokus di desa wisata, itinerary memiliki tema yang unik dan menarik, itinerary minimal one day trip dan maksimal 5D4N (5 hari 4 malam), di dalam itinerary harus mencantumkan daya tarik wisata, tempat makan, dan tempat menginap, dan maksimal budget/harga jual pada itinerary adalah Rp7 juta.
Kedua, peserta dapat mengikuti lomba video bertemakan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability).