Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Epidemiolog: Jangan Asal Skrining Covid-19, Harus ada Rujukan Ilmiah

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 24 Februari 2021 |15:10 WIB
Epidemiolog: Jangan Asal Skrining Covid-19, Harus ada Rujukan Ilmiah
Ilustrasi skrining covid-19. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PENGGUNAAN GeNose sebagai teknologi baru dalam skrining covid-19 mendapat banyak reaksi dari para pengamat. Pasalnya, GeNose sudah digunakan untuk publik, padahal belum ada kajian ilmiah yang dipublikasikan mengenai efektivitas dari teknologi ini.

Saat ini GeNose telah digunakan sebagai alat untuk melakukan skrining covid-19 kepada penumpang yang hendak bepergian menggunakan kereta api. Rencananya GeNose juga digunakan di pelabuhan dan bandara dalam waktu dekat.

Baca juga: Gunakan Skrining GeNose ke Publik Sebelum Ada Kajian Ilmiah, Epidemiolog: Saya Prihatin 

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, dr Dicky Budiman, mengatakan seharusnya pemerintah Indonesia berkaca dengan alasan negara maju yang tidak menggunakan metode seperti ini untuk melakukan skrining covid-19.

GeNose C19 Mulai Diterapkan di Stasiun Pasar Turi Surabaya

"Kenapa negara semaju Australia, Amerika, dan negara di Eropa tidak menggunakan itu jauh lebih dulu dibanding kita? Malah mereka lebih ke arah rapid test antigen yang dibuat lebih cepat. Ada juga saliva dan mengapa tidak ke tes napas?" ujar dr Dicky saat dihubungi MNC Portal, Rabu (24/2/2021).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement