Keputusan pemerintah dalam menggunakan GeNose sebagai alat skrining Covid-19 menjadi tanda tanya besar. Sebab hingga saat ini belum ada kajian ilmiah yang dipublikasikan tentang efektifitas dan validitas mengenai alat tersebut.
Sebagaimana diketahui saat ini GeNose telah digunakan sebagai alat skrining utama bagi masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi kereta api. Rencananya, dalam waktu dekat, alat ini juga akan diterapkan untuk proses skrining di pelabuhan dan bandara

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman mengaku prihatin dengan penggunaan GeNose untuk publik. Sebab setiap alat yang digunakan untuk skrining harus memiliki kajian secara ilmiah.
“Saya prihatin dan ini membuktikan pemerintah tidak banyak melakukan pertimbangan atau tinjauan secara ilmiah yang kritis terhadap kaitannya dengan testing menggunakan alat atau teknik yang sangat baru,” ujar dr. Dicky, saat diwawancarai Okezone, Rabu (24/2/2021).
Menurutnya pemerintah seharusnya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan alat maupun teknik baru. Terutama pada GeNose yang belum memiliki rekomendasi yang memadai baik secara ilmiah maupun sisi institusi seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO).
“Ini tentu berbahaya karena kita lebih banyak mengandalkan asumsi. Karena kalau bicara secara efektivitas, kita belajar dari Belanda yang sudah jauh lebih dulu,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)