Sebelum digunakan, Les mengatakan kotoran tersebut dikeringkan terlebih dahulu kemudian melalui proses sterilisasi. Setelah itu, kotoran dibilas dan dikeringkan lagi, dan akhirnya dimasukkan ke dalam gin.
Selain bahan-bahan gin klasik, seperti juniper dan ketumbar, Indlovu juga mendapatkan cita rasanya yang nikmat dari ekstrak makanan gajah berupa akar, rumput, buah, dan kulit kayu, termasuk lidah buaya dan akasia.
Setiap botol Indlovu menampilkan koordinat GPS dari mana kotoran dikumpulkan, serta tanggal pengambilannya. "Tergantung di mana kami mengumpulkan tumbuhan atau kotoran gajah dari mana. Rasa gin akan sedikit berubah," kata Les Ansley.

Batch pertama gin Indlovu diproduksi pada November 2019, dan sejak itu telah mencapai berbagai pasar, termasuk negara-negara Afrika lainnya dan Eropa. Penerimaannya pun beragam, dan menurut Les kondisi ini memang wajar, mengingat bahan utama yang digunakan sangat kontroversial.
Namun banyak dari masyarakat yang telah mencobanya menyebut bahwa mereka terkesan dengan rasa gin Indlovu. "Rasanya seperti tanah, jenis rumput. Kami sangat sadar bahwa jika kami membuat gin dari kotoran, kami harus membuat gin yang bagus,” tuntas Les.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.