Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Penyebab Positivity Rate Covid-19 Masih Tinggi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 17 Februari 2021 |15:05 WIB
Ini Penyebab Positivity Rate Covid-19 Masih Tinggi
Menkes Budi Gunadi (Foto: Webinar)
A
A
A

Kementerian Kesehatan menyadari bahwa angka positivity rate Covid-19 masih sangat tinggi, 20 persen, jauh di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 5 persen. Salah satu penyebab masih tingginya angka positivity rate adalah libur panjang.

"Khusus di hari libur, jumlah yang dites turun, akibatnya kasus terkonfirmasi turun, dan itu yang membuat positivity rate naik," papar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers, Rabu (17/2/2021).

 Covid-19

Dari data tersebut, Kemenkes mencoba mencari jalan keluar agar angka positivity rate dapat diturunkan sampai ke angka di bawah 5 persen. Ada beberapa hipotesis yang dipegang Kemenkes untuk mencari solusi dari masalah ini.

Pertama, Kemenkes akan memperbanyak testing di masyarakat. "Karena itu kami menggunakan tes rapid antigen sebagai alat diagnostik agar hasil yang diterima bisa lebih cepat dan dengan begitu, pelacakan kasus dapat diketahui dengan segera," kata Menkes Budi.

Lalu, solusi berikutnya adalah menjamin sistem pemasukan data yang ada di laboratorium pengetesan PCR berjalan lebih baik.

"Kementerian Kesehatan menerima laporan bahwa ada beberapa laboratorium yang terindikasi sulit memasukkan data kasus negatif ke user interface aplikasi karena sistemnya masih sangat rumit," terang Menkes Budi.

Dan cara ketiga adalah memastikan komunikasi berjalan lancar antara Kemenkes dengan pihak laboratorium perihal pemasukkan data. Sebab, belum semua laboratorium memasukkan data laporannya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement