Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CDC: Pakai Masker Dobel Cegah Paparan Virus Corona hingga 95 Persen

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 11 Februari 2021 |15:13 WIB
CDC: Pakai Masker Dobel Cegah Paparan Virus Corona hingga 95 Persen
Penggunaan masker dobel efektif mencegah persebaran virus corona. (Foto: Wirestock/Freepik)
A
A
A

SEMENJAK pandemi covid-19 melanda dunia, memakai masker jadi hal wajib untuk dilakukan. Terkait metode penggunaan masker sebagai salah satu protokol kesehatan di masa pandemi saat ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat baru saja mengeluarkan laporan terbarunya.

Mengutip dari NBC News, Kamis (11/2/2021), berdasarkan laporan terbaru CDC yang dirilis pada Rabu 10 Februari kemarin disebutkan bahwa pemakaian masker dobel yakni dengan cara menggunakan masker bedah di bawah masker kain sebagai lapisan pertama memungkinkan memberikan perlindungan level tinggi dari paparn partikel virus corona penyebab penyakit covid-19.

Baca juga: CDC Sebut Penerima Vaksin Lengkap Tidak Perlu Karantina jika Terpapar Covid-19 

"Kita tahu bagaimana cara bekerjanya masker ini. Pemakaian masker dobel ini tentang bagaimana kita membantu masker-masker tersebut untuk bekerja lebih baik," jelas dr John Brooks, epidemiolog medis CDC sekaligus salah satu penulis laporan tersebut.

Masker bedah umum selama ini memang jadi salah satu pilihan masker yang populer digunakan banyak orang. Meskipun masker ini berfungsi dengan baik dalam melindungi pemakainya dari droplet yang besar, contohnya percikan darah atau cairan lainnya, masker ini disebut kurang efektif melawan partikel virus yang sangat kecil karena kerap tidak pas melekat di wajah pemakainya alias masih ada celah kelonggaran.

Masker. (Foto: OrnaW/Pixabay)

Masker bedah terbuat dari polipropilen yakni komponen yang bisa menghasilkan muatan listrik kecil untuk menangkap partikel virus. Tapi celah yang muncul saat memakai masker jenis ini terlalu menyisakan banyak ruang bagi partikel-partikel itu untuk kabur atau menyelinap masuk melalui sisi masker.

Di situs resmi Food and Drug Administration disebutkan bahwa masker bedar memang tidak memberikan perlindungan seutuhnya dari kuman dan kontaminan lain karena adanya kelonggaran antara permukaan masker dan wajah orang yang memakainya.

Baca juga: WHO: Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca Kemungkinan Pertengahan Februari 

Nah, dengan menggunakan masker kain di atas masker bedah atau mengikat dan menyelipkan tali pengait pada masker bedah agar lebih pas, bisa membantu menutupi celah-celah tersebut.

Dalam laporan CDC tersebut, sebuah eksperimen simulasi pernapasan dari para peneliti menemukan masker bedah (pemakaian tunggal) menghalau 42 persen partikel. Ini dinilai masih cukup rendah untuk proteksi terhadap transmisi SARS-CoV-2. Begitu juga dengan pemakaian satu masker kain saja yang hanya berfungsi menghalangi sekira 44 persen partikel.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement