Merespons pedoman baru yang diterbitkan CDC tersebut, dr Peter Hotez selaku co-director Center for Vaccine Development di Children's Hospital Texas menyebutkan bahwa pedoman ini adalah sesuatu yang masuk akal. Meski ia pribadi penasaran, apa bukti yang digunakan oleh CDC untuk mengeluarkan pedoman tersebut.
Baca juga: WHO: Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca Kemungkinan Pertengahan Februari
Sementara Saskia Popescu selaku epidemiolog dan ahli pencegahan infeksi di George Mason University di Virginia menilai dengan terbitnya pedoman baru ini memperlihatkan adanya kepercayaan diri dan keyakinan besar akan proteksi yang bisa diberikan oleh vaksin covid-19.
"Ada keyakinan dalam perlindungan selama 90 hari setelah vaksinasi yang serupa dengan kekebalan yang kuat setelah infeksi. Panduan ini kemungkinan besar akan berkembang saat kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kekebalan yang diturunkan dari vaksin, terutama bagi orang-orang yang berada di luar periode tiga bulan pasca-vaksinasi," tuturnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.