"GeNose ini adalah hasil kerja keras, tidak instan jadi. Upaya melahirkan GeNose ini sebenarnya sudah sejak lebih dari 10 tahun yang lalu ketika Fakultas MIPA UGM ingin melahirkan pendeteksi penyakit dengan menggunakan embusan napas," ujar Menristek Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.
Bambang mengklaim, alat ini tak hanya memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Genose C19 juga dinilai, sangat cepat dalam mendeteksi adanya covid-19, yakni sekitar tiga menit setelah sampel embusan nafas didapatkan.
Baca juga: Sandiaga Uno Ungkap Keuntungan Program #BeliKreatifDanauToba, Apa Aja Sih?
"Ini akan menjadi game changer (pengubah permainan) dalam rangka kita ingin membangkitkan kembali sektor pariwisata, karena saya percaya bahwa sektor ekonomi yang multiplayer efeknya itu paling besar adalah pariwisata," terangnyam
"Karena banyak sekali sektor yang kemudian mendapatkan manfaat dari adanya kegiatan pariwisata, baik dalam negeri maupun pariwisata yang dari luar negeri," pungkasnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.