Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal TB Usus, Sakit yang Diderita Ustadz Maaher Sebelum Meninggal

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 09 Februari 2021 |08:15 WIB
Mengenal TB Usus, Sakit yang Diderita Ustadz Maaher Sebelum Meninggal
Ustadz Maaher At Thuwailibi. (Foto: Instagram)
A
A
A

Orang yang sakit TB tidak boleh sampai mengalami kekurangan gizi, terutama protein dan kalori. Kekurangan gizi akan membuat sakit makin parah. Sebab, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mampu melawan infeksi sepenuhnya.

Infeksi TB sendiri dapat membuat pederitanya rentan kekurangan gizi. Kekurangan gizi menyebabkan penurunan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit mempertahankan diri dari virus tuberkulosis. Ditambah lagi, lebih mungkin mengalami kehilangan nafsu makan, sehingga pasien TB umumnya mengalami kehilangan berat badan.

Baca juga: Mengenal Istilah Dormant pada Penyakit Tuberkulosis 

Kekurangan gizi pada pada pasien TB dapat membuat proses penyembuhan berjalan lebih lama, pengobatan tidak efektif, dan tingkat kematian menjadi lebih tinggi dibandingkan pasien TB dengan gizi baik. Panderita juga rentan mengalami TB kambuhan atau infeksi berulang setelah pengobatan apabila tidak cukup makan.

Maka jika sedang mengidap atau baru saja sembuh dari tuberkulosis, harus benar-benar memerhatikan kebutuhan gizi tubuh. Pengidap TB harus makan lebih banyak makanan yang bergizi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Bahaya Tuberkulosis karena Polusi Udara hingga Penularan di Transportasi Umum 

Protein serta karbohidrat merupakan zat gizi yang banyak dibutuhkan oleh pasien TB. Selain itu, pasien TB juga membutuhkan banyak asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin A, E, B6, C, D, asam folat, zat besi, seng, dan selenium. Asupan gizi yang baik dikombinasikan dengan terapi obat yang tepat dapat mempercepat penyembuhan TB.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement