Dia mengaku awalnya malu melakukan pekerjaan sebagai manusia silver, karena harus dilihat orang-orang tanpa baju dan berpenampilan 'aneh'. Tapi, baginya tak ada jalan lain.
"Sampai saat ini, saya belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Saya harus melakukan ini untuk bertahan hidup. Kami tidak melakukan kejahatan; kami tidak memaksa orang untuk memberi uangnya. Kalau ada yang ngasih, ya, Alhamdulillah, kalau enggak, ya, enggak apa-apa," curhatnya.

Cerita lain datang dari Desi, wanita berusia 25 tahun. Ia sebelumnya bekerja di sebuah toko, tapi karena pandemi tempatnya bekerja tutup dan akhirnya dia menganggur.
"Saya dulunya kerja di toko, tapi karena pandemi, pemilik toko memutuskan untuk mem-PHK karyawannya, termasuk saya. Alasannya, karena pemilik toko sudah tak sanggup bayar karyawannya," cerita Desi yang duduk beristirahat di bawah pohon.
Rambutnya dikuncir dua, tentu saja berwarna silver. Kerasnya hidup di Jakarta memaksanya menjadi manusia silver demi sesuap nasi. Semoga Tuhan memberikan mereka semua rejeki ya!
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.