PENYEBAB jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu pun masih diselidiki hingga kini. Bahkan percakapan terakhir Kapten Afwan terekam dan sudah menyebar di publik.
Ya, hingga kini pihak berwenang tengah menyelidiki rekaman pembicaran Kapten Afwan dengan petugas ATC. Pihak berwenang Indonesia menjelaskan rekaman percakapan dengan menara pengawas lalu lintas udara menunjukkan komunikasi rutin dengan pilot Kapten Afwan.
Penyidik Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menuturkan, tidak ada informasi kondisi darurat tentang pesawat nahas Boeing 737-500 jatuh dari ketinggian 10.000 kaki (3.000 km) dalam waktu kurang dari satu menit sebelum jatuh di Laut Jawa,
"Ini seperti percakapan biasa dan tidak ada yang mencurigakan, Tidak ada pembicaraan tentang keadaan darurat atau semacamnya," katanya kepada AFP.
Baca Juga: Istri Kapten Afwan: Doakan Kami Supaya Kuat Menatap Kehidupan ke Depan
Data awal menunjukkan 'kemungkinan besar' pesawat tersebut dalam kondisi utuh ketika menghantam air pada Sabtu 9 Januari 2021. "Tapi kami belum tahu pada tahap ini" apa yang menyebabkan kecelakaan itu" ucap Nurcahyo.
Kapten Afwan, ayah tiga anak berusia 54 tahun adalah mantan pilot TNI AU dengan pengalaman terbang puluhan tahun, menurut media yang dikutip AFP seperti dilansir MailOnline.