Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta-Fakta Coronasomnia, Sulit Tidur Akibat Pandemi Covid-19

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 28 Januari 2021 |07:42 WIB
Fakta-Fakta Coronasomnia, Sulit Tidur Akibat Pandemi Covid-19
Ilustrasi coronasomnia di masa pandemi covid-19. (Foto: Familydoctor)
A
A
A

Bagaimana Mengatasinya

Para ahli mengatakan penting untuk mencari bantuan ketika masalah tidur terus berlanjut - terutama saat ini.

"Karena pandemi terus berlanjut untuk jangka waktu yang signifikan, tidak hanya beberapa bulan, ada kemungkinan besar bahwa angkat insomnia tidak akan turun," kata Lisa Artis, wakil CEO di Sleep Charity di Inggris.

"Itu karena jika orang tidak mencari pertolongan ketika mereka mulai menderita saat tidur, kemungkinan masalah tidur mereka menjadi gangguan tidur yaitu insomnia, dan sayangnya tidak ada perbaikan yang cepat. Sulit untuk menghentikan kebiasaan yang telah terbentuk," ungkapnya.

Altchuler menunjuk pada "berkembang pesatnya telehealth –pengobatan virtual dan kunjungan virtual" karena karantina wilayah dan ketidakmampuan atau keengganan kita untuk mengunjungi fasilitas medis secara langsung.

Perawatan yang paling umum untuk masalah tidur adalah terapi perilaku kognitif untuk insomnia (dikenal sebagai CBT-I), yang meningkatkan "higiene tidur" Anda (tidak merokok atau minum alkohol sebelum tidur, misalnya) dan melatih otak Anda untuk mengasosiasikan tempat tidur hanya dengan tidur dan tidak bekerja di tempat tidur.

Sebuah studi Universitas Michigan dari tahun lalu menunjukkan bahwa pasien yang mengakses CBT-I melalui telemedicine menerima perawatan yang sama efektifnya dengan yang mereka yang berkonsultasi secara langsung, hal yang berpotensi membuka akses yang lebih baik ke bantuan gangguan tidur.

Ada juga hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencoba mengatasi masalah tersebut.

"Salah satu aturan besar saya adalah Anda tidak boleh menggunakan laptop Anda di tempat tidur," kata Dr Drake, "Saya tidak peduli seberapa nyamannya itu. Hal itu bisa menyebabkan otak mengaitkan tempat tidur dengan pekerjaan."

Batasi juga konsumsi berita Anda untuk menghindari kecemasan yang membuat Anda terjaga di malam hari. Jangan gunakan ponsel Anda sebagai alarm. Ponsel merupakan perangkat lain yang terkait dengan pekerjaan. Perangkat "cahaya biru" yang dipancarkan ponsel juga buruk untuk kualitas tidur Anda.

Anda bisa juga mencoba memutar posisi jam di meja samping tempat tidur Anda sehingga tidak stres saat mencoba untuk tidur. Lalu ingat, keadaan ini jauh dari kenormalan, jadi tidak mengherankan kita menghadapi tantangan.

"Terakhir kali kejadian semacam ini terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu," kata Dr Drake, "Ini bukanlah sesuatu yang pernah kita alami sebelumnya."

Tapi ada kabar baik. Dua belas bulan setelah pandemi, beberapa ahli berpikir bahwa hal itu memicu kemajuan dalam pengobatan gangguan tidur.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement