BANJIR bandang yang terjadi di Kalimantan Selatan dinilai banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir. Parahnya lagi, bencana alam tersebut terjadi di tengah pandemi Covid-19.
Korban banjir bandang Kalimantan Selatan bukan hanya menghadapi penyakit pasca-banjir, tetapi kerentanan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko terpapar Covid-19. Salah satunya karena kekebalan tubuh mereka tidak kuat.
Hal itu bisa terjadi karena tempat pengungsian yang mungkin tidak layak. Kebersihan di area pengungsian menjadi tidak optimal, pun makanan atau minuman yang dikonsumsi pengungsi sangat tidak memadai, sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh para pengungsi.
Makanan dan minuman kemungkinan terkontaminasi karena lingkungan di sekitar pengungsian yang tidak bersih. Terlebih, jika masih ada genangan air ataupun sampah-sampah berserakan di area pengungsian.