“Aku tahu, ada peluang aku bisa mendaki gunung, bahkan dengan kursi roda. Di satu sisi, aku lupa bahwa aku adalah penyandang disabilitas, masih bisa bermimpi dan masih bisa melakukan apa yang kusuka,” imbuhnya.
Meski tidak berhasil mencapai puncak gedung pencakar langit, karena alasan keamanan, Lai berharap dengan aksinya tersebut ia bisa mengirim mematahkan streotype tentang orang disabilitas.
“Beberapa orang tidak memahami kesulitan penyandang disabilitas, beberapa orang berpikir bahwa kami itu selalu lemah, kami butuh bantuan, kami butuh bantuan, kami butuh belas kasihan orang. Tapi, aku ingin memberi tahu semua orang, tidak harus seperti itu. Jika seorang penyandang disabilitas bisa bersinar, di saat yang sama mereka juga bisa mendatangkan kesempatan, harapan, membawa terang, dan mereka tidak harus dipandang lemah,” pungkas Lai.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.