6. GERD atau asam lambung meningkat
Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) atau acid reflux bisa jadi sumber rasa pahit yang tidak diinginkan di mulut. Kondisi ini terjadi ketika otot atau sfingter di bagian atas lambung menjadi lemah dan memungkinkan asam atau empedu naik ke dalam pipa makanan.
GERD cenderung mengiritasi saluran makanan, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau perut. Hal ini juga dapat menyebabkan rasa tidak enak atau pahit di mulut yang dapat bertahan lama.
7. Sariawan
Infeksi jamur di mulut seringkali menyebabkan munculnya bercak putih di lidah, mulut, atau tenggorokan. Ini juga dapat menyebabkan rasa pahit atau tidak enak yang mungkin dapat bertahan sampai infeksi diobati.
Baca juga: Cek Fakta: Cara Dokter Suntik Presiden Jokowi Salah?
8. Stres atau cemas berlebih
Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi dapat merangsang respons stres dalam tubuh. Ini seringkali mengubah indera perasa seseorang. Rasa cemas bisa menyebabkan mulut kering, dan sering kali menimbulkan rasa pahit.
9. Kerusakan saraf
Seperti indra yang lain, pengecap langsung terhubung ke saraf otak. Kerusakan saraf dapat menyebabkan perubahan pada cara seseorang merasakan rasa.
Baca juga: Benarkah Teh Oolong Bisa Bakar Lemak saat Tidur? Ini Penjelasan Ahli
10. Penggunaan obat
Pada beberapa orang, obat-obatan, suplemen, atau perawatan medis tertentu dapat menyebabkan rasa pahit di mulut. Ini mungkin karena obat-obatan itu terasa pahit atau karena bahan kimia di dalamnya dikeluarkan dengan air liur.
11. Penyakit
Penyakit tertentu, termasuk infeksi sinus atau pilek, bisa disertai rasa pahit di mulut. Selama penyakit ini masih ada, tubuh mengirimkan protein inflamasi untuk menangkap sel berbahaya. Protein ini juga dapat memengaruhi lidah dan pengecap, yang dapat membuat seseorang merasakan rasa di mulut yang lebih pahit dari biasanya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.