Untuk mewujudkannya, UPT Cagar Budaya tidak memanfaatkan jasa kebersihan dari pihak ketiga namun melakukan pembersihan sampah sendiri dengan tenaga yang dikontrak langsung.
“Jika memanfaatkan jasa pihak ketiga, maka kami terkadang mengalami kesulitan untuk mengatur kebutuhan penyapuan. Makanya, kami mencoba mengontrak langsung supaya bisa memberikan tugas dengan lebih baik,” paparnya.
Baca juga: 5 Tempat Wisata Populer di Yogyakarta Beraroma Mistis, Bikin Merinding
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap dengan adanya lembaga baru tersebut maka pengelolaan kawasan cagar budaya bisa lebih optimal dan mendukung pariwisata di Yogyakarta.
Ia mencontohkan, kawasan Kotabaru diharapkan dapat menjadi kawasan pendukung untuk wisata di Malioboro.
“Kawasan Kotabaru akan dikembangkan menjadi kawasan wisata yang premium. Lokasinya pun tidak jauh dari Malioboro,” ucap Heroe.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.